yang tak pernah terekam tentang ibu

Di sisi lain, aku melihat beribu keajaiban yang sebelumnya tak pernah terekam dalam benak saya tentang seorang ibu, khususnya ibu saya, Ibuku pernah berkata, “Saat kamu memiliki anak, barulah kamu mengerti seluruh maksud dari yang mama lakukan untuk mu.” Hari ini seluruh kenangan perjalanan saya dan ibu kembali saya putar. seakan memperhatikan slide-show di layar laptop, seluruh gambar berputar mundur hingga ke saat-saat saya kecil. lalu akhirnya semuanya buram. Ah, ternyata hanya sejauh itulah saya bisa mundur.

Slide show tentang saat-saat saya enggan masuk ke rumah sehabis pulang sekolah dan akhirnya diam-diam menyimpan sepatu di halaman rumah dan pergi bermain. Atau bagaimana ibu saya menuntun saya pergi ke sekolah, di pagi yang gelap karena hujan lebat. Ah, saya juga ingat bagaimana ibu saya harus pergi meminta maaf kepada ibu teman saya (saat itu SD) karena saya menendang dan memukul teman saya hingga menangis. Atau bagaimana galaknya ibu saya saat saya enggan belajar membaca dan mengerjakan pr. Jeweran dan cubitan menemani saya belajar. Namun itu semua yang membuat saya berhasil dan menjadi Presiden Mahasiswa di fakultas saat ini.

Sayangnya saya tidak bisa melihat gambaran yang lebih tua dari itu. Ibu sayalah yang bercerita tentang masa bayi saya, namun sepertinya saya tak pernah puas dengan cerita saja. Saya ingin melihat gambaran masa-masa itu. Melihat ibu tersenyum saat menceritakan masa-masa saya bayi, meskipun cerita tersebut tentang saya yang tak bisa tidur, sakit, ataupun kebandelan saya saat bayi, membuat saya mengerti betapa berharganya perjalanan yang dilaluinya bersama saya. Ahhhh!! ingin sekali mengucapkan : “Terima kasih Mah..! dalam rumah cinta itu kita telah menemukan sistem perlindungan emosi yang ampuh. Hingga Mary Carolyn Davies pun mengungkapkannya dengan manis:

“ada sebuah tembok yang kuat di sekelilingku yang melindungiku: dibangun dari kata kata yang kau ucapkan padaku”

cinta, ya cinta yang membuat engkau begitu mulia di mata kami sebagai anak anakmu, Begitulah cinta. Ia jelas. Jelas sekali seperti matahari. cintamu pada kami dan Allah adalah sebuah lukisan abadi dalam kanvas keluarga ini. kanvas yang sempit ruangannya tapi cinta membuatnya jadi terasa cukup lapang dalam dada. cinta yang membuatnya nyaman dihuni..

duhai ibu, tulisan ini mungkin tidak akan menambah ringan beban hidup di pundakmu, tapi inilah do’a dari kami atas sebuah keagungan dan kekaguman tentang sosok dirimu. Sosok yang berjalan berdampingan di samping tubuh ayah. Sosok yang terkadang lelah dan lemah karena aktifitasmu yang tak kunjung usai sebelum matahari terbit hingga senja dan malam menjelang. Sesak dadamu tidak akan pernah tersamai dengan sesak dada kami bila air mata ini menangis mengingatmu..

Terimakasih, bu! Belum banyak yang bisa aku lakukan untuk ibu. Mungkinkah seuntai doa ini mampu membalas seluruh hal-hal yang telah ibu lakukan buat aku? aku tidak tahu, Maka hanya pintaku pada sang maha kuasa agar mengganti semua kehidupan prihatinmu dengan kebahagiaan surga. pinta yang sama, untuk seluruh perempuan perkasa sepertimu, di Indonesia dan seluruh belahan dunia.

salam penuh cinta.
anakmu

About syahirwaan

Mahasiwa Akuntansi Unpad, Wirausahawan muda, dan Direktur Eksekutif Rumah Rakyat Indonesia (Lembaga Bantuan Sosial, Ekonomi dan Pendidikan)
This entry was posted in untuk bapak dan ibuku. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s