Islam: sistem yang komprehensif dan universal – serial II

Hablun Minallah – Hablun Minannas

Sebagai risalah terakhir, di mana tidak akan ada lagi risalah setalah ini, maka Islam harus mampu menjawab semua aspek kehidupan baik ritual (ibadah) maupun sosial (muamalah). Ibadah bertujuan untuk memelihara ketaatan dan keharmonisan hubungan antara manusia dengan penciptanya serta untuk meningkatkan secara terus-menerus tugas manusia sebagai khalifah. Sedangkan ketentuan-ketentuan muamalah diturunkan sebagai “aturan main” sehubungan dengan eksistensi manusia sebagai makhluk sosial.

Islam merupakan way of life yang tidak saja berisi urusan manusia dengan
tuhannya, melainkan juga urusan manusia dengan sesamanya serta lebih jauh
urusan manusia dengan lingkungannya. Islam memahami benar eksistensi dan hakikat manusia serta menempatkan manusia pada posisi yang tepat sesuai dengan hakikat tersebut. System-sistem lain yang berupaya memisahkan manusia ke dalam urusan duniawi dan akhirat menunjukkan bahwa system tersebut tidak mengenal manusia secara utuh. Keseimbangan antara hubungan vertical dan horizontal ini merupakan kesempurnaan yang harus dilakukan oleh semua muslim. Tidak sempurna keislaman seseorang jika terdapat ketimpangan dalam hubungan ini. Firman Allah: “Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) dunia, dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”
(al-Qaşaş ayat 77)


“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah di muka bumi dan
carilah karunia Allah dan perbanyaklah mengingat Allah agar kamu
beruntung”.
(al-Jumuah ayat 60)

Beriman dan beramal sholeh merupakan tema keseimbangan yang sering muncul dalam Al-Quran sebagai isyarat kepada orang muslim agar benar-benar memperhatikan dan melaksanakannya. Rasulullah saw diberitakan dalam berbagai hadis banyak mengemukakan tema keseimbangan ini, di antaranya “barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah memuliakan
tamunya dan tetangganya.” Hadis lain mengemukakan “bahwa bukan termasuk
golongan muslimin, mereka yang tidak mau memikirkan urusan muslimin.”Tidak benar anggapan orang yang menyatakan bahwa agama itu hanyalah urusan pribadi antara individu dengan tuhannya. Tidak benar mereka yang berdalil dengan kutipan hadis yang menyatakan antum a’lamu bi umuri dunyakum yang berarti “kamu lebih mengetahui urusan duniamu”. Dengan demikian, menurut mereka agama tidak berhak mencampuri urusan keduniawian oleh karena itu “serahkan urusan dunia kepada kaisar, dan urusan akhirat kepada pemuka agama” (let’s everything related to worldly matter to the King and religious matter to the Pope).

Kalau kita teliti asbab al-wurud (sebab turunnya hadis), pernyataan Rasulullah saw tersebut merupakan jawaban atas pertanyaan sahabat yang meminta pendapatnya sehubungan dengan masalah mengawinsilangkan benih kurma yang baik kualitasnya tapi sedikit buahnya dengan kurma yang banyak buahnya tapi kualitasnya rendah. Pernyataan tersebut sangat wajar karena memang sangat teknis dan spesifik, mengingat Rasulullah saw bukan seorang petani, serta konteksnya di luar misi yang dibawa oleh Rasulullah saw.

Sebagai way of life tentu konsep-konsep yang ditawarkan Islam sangat applicable. Bagaimana mungkin kita berpegang pada suatu konsep utopi yang menawarkan solusi-solusi yang ternyata berdasarkan atas asumsi-asumsi yang salah tentang hakikat manusia, kehidupan, serta berbagai macam permasalahannya. Oleh karena itu, yang dibutuhkan manusia adalah suatu guideline yang berasal dari yang menciptakan manusia, menciptakan kehidupan serta Maha Mengerti akan segala permasalahan yang dihadapi manusia. Suatu bukti yang menunjukkan bahwa ajaran Islam sangat applicable bagi manusia, selain memang Islam diturunkan bagi manusia, adalah bahwa system ini sudah dilakukan dengan sukses oleh Rasulullah saw beserta para sahabatnya. Sejarah telah mencatat perubahan-perubahan besar yang dibawa oleh Rasulullah saw, para sahabatnya serta para pengikutnya yang sangat berpengaruh bagi kehidupan manusia hingga sekarang. Ajaran inilah yang menginspirasi para ilmuwan muslim sejak zaman dahulu untuk melakukan eksplorasi ilmiah baik terhadap alam semesta maupun kehidupan social kemasyarakatan yang akhirnya melahirkan rumusan-rumusan praktis yang sangat bermanfaat bagi manusia.

bersambung….

About syahirwaan

Mahasiwa Akuntansi Unpad, Wirausahawan muda, dan Direktur Eksekutif Rumah Rakyat Indonesia (Lembaga Bantuan Sosial, Ekonomi dan Pendidikan)
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s